Azimat kebal berupa rantai babi yang asli atau rante bui (Bahasa Aceh) yang ditemukan Belanda pada jenazah Tengku Cot Plieng yang keramat. Benda ini sekarang tersimpan di Kolonial Museum Amsterdam, Belanda.

Sejarah Nusantara memiliki berbagai keajaiban-keajaiban yang telah ada sejak zaman kuno, salah satunya adalah azimat berupa rantai babi (rante bui). Gejala-gejala gaib ini menurut para Antropolog erat kaitannya dengan teori pre-animisme bernama mana (tuah). Mana atau tuah adalah suatu pengertian yang hidup di alam pikiran berbagai bangsa di Melanesia sebagai kekuatan sakti yang bersifat supernatural.

Pada tanggal 2 Juli 1905, pasukan Belanda di bawah pimpinan Letnan Terwogt berhasil menembak Teungku Cot Plieng di Hulu Krueng Tiroe (Sungai Tiro), sehingga beliau Syahid.

Semua telah ditakdirkan, pada suatu hari sebuah patroli marsose dibawah pimpinan Letnan Terwogt tersesat di hutan yang secara kebetulan tempat persembuyian Tengku Cot Plieng dan mereka berhasil menewaskan beliau.  Jenazahnya diangkut ke bivak untuk dikenali, walaupun telah tewas beberapa hari tidak memperlihatkan tanda membusuk. Untuk identifikasi Panglima Polem diundang, ia pun memberikan penghormatan dengan membungkukkan badannya kepada jenazah yang tidak rusak itu ditengah-tengah mayat sekelompok orang Aceh yang telah membisu. “Itu adalah rahasia Tuhan.” Kata Penglima Polem yang sudah menua kepada Zentgraaf.

Rante bui diambil dari jenazah Tengku Cot Plieng dan diserahkan kepada Van Daalen, tetapi ia tidak mempercayai benda aneh tersebut dan menyerahkan kepada mata-mata Belanda yang bernama Waki Wahab, yang oleh Belanda sendiri dijuluki “Kwab” (si gelambir) karena lehernya dipenuhi gelambir akibat kegemukan. Waki Wahab alias “Kwab” adalah seorang yang banyak dosa, ia merasa tidak pantas memakai jimat seorang ulama keramat. Karena itu dia menyerahkan kepada Veltman setelah Belanda berhasil mengamankan Pidie, sebagai tanda mata. Ia berpikir bahwa dengan memberikannya kepada Veltman yang pada waktu itu sedang sakit, maka ia akan sembut dari penyakitnya.

Tapi Veltman tidak memakainya, dia lebih percaya senapan dan pedang yang baik mutunya. Meskipun begitu dia adalah satu-satunya orang Eropa yang pernah memiliki rantai babi, kemudian ia menyerahkan rantai babi tersebut pada Kolonial Museum sehingga kita pada hari ini dapat menyaksikan bagaimana bentuk dan rupa rante bui (rantai babi) tersebut.



Mau TAS yang MURAH dan BERKUALITAS? Follow IG olshop_gebhia dan pesan segera. Berbagai tas pilihan dari kota BATAM, langsung dikirimkan ke tempat anda.